Kuching, Malaysia

Pemandangan Kota Kuching dari Sungai Sarawak, 30 September 2011 CoolCityCat

Kuching merupakan ibu kota dari negara bagian Sarawak, Malaysia. Penduduknya terdiri dari beragam kaum seperti Cina, Melayu, Bidayuh, Iban, Melanau, Orang Ulu dan lain-lainnya. Terdapat banyak tujuan wisata yang menarik, dan banyak wisatawan dari seluruh penjuru dunia yang mengunjungi Kuching pada setiap tahun. Secara umum, Kuching merupakan kota keempat terbesar di Malaysia. Jumlah penduduk kota Kuching selama tahun 2009 diperkirakan sekitar 794.517 orang. Kuching telah dideklarasikan sebagai kota pada 1 Agustus 1988. Tetapi luas kota Kuching sangatlah besar. Oleh karena itu, kota ini dibagi menjadi dua wilayah yaitu Kuching Utara yang diperintah oleh Dewan Bandaraya Kuching Utara (DBKU) sementara Kuching Selatan yang diperintah oleh Majlis Bandaraya Kuching Selatan (MBKS). Kuching adalah satu-satunya kota di Malaysia yang memiliki dua Datuk Bandar atau Walikota yang mengatur
Kuching mulai dibuka pada awal abad ke-17. Sebelum itu, Kuching adalah wilayah upeti untuk kerajaan Majapahit yang diperintah oleh Temagi di Temasek. Nama asli untuk Kuching adalah Sarawak, seperti yang diceritakan melalui beberapa versi, kata Sarawak itu berarti Serah awak, yang menurut hikayatnya saat Muhammad Shah dari Brunei memperoleh wilayah ini ia terbagi atas 5 bagian upeti yang terbentang dari Lidah Tanah sampai ke wilayah Kalaka sekarang. Konsep serah yang dilakukan oleh kerajaan Ujung Tanah di Temasek itulah yang memberikan nama baru kepada wilayah 5 serangkai itu tadi menjadi Sarawak. Versi lainnya adalah saat Hashim Jalilul Alam Aqamaddin dari Brunei menyerahkan wilayah-wilayah yang lima tersebut tadi kepada James Brooke yang menempelkan nama wilayah-wilayah itu menjadi Sarawak. Ada pula versi mengatakan bahwa perkataan Kuching berasal dari pohon buah mata kucing yang tumbuh melata di Bukit Mata Kucing (Lokasi sekarang Taman Permata / Mobil dan Wisma Hasil, Sarawak, Malaysia) dimana terdapat sebuah sungai kecil mengalir (Sungai Kuching) sampai sungai Sarawak. Sekarang, sungai tersebut telah mengecil akibat pembangunan yang terjadi dari waktu ke waktu. Akibat dari pengaruh Islam yang berkembang pada abad ke-15 sampai 16 Masehi di wilayah-wilayah Majapahit, Kuching mulai mendapatkan pengaruh Islam yang disampaikan sendiri oleh beberapa da’i dari negara rantau Teluk yang singgah bersama-sama pedagang Arab. Penduduk asli Kuching adalah masyarakat Bidayuh atau lebih dikenal sebagai masyarakat Dayak Darat dan Orang-orang Saribas yang mendiami dan mengendalikan wilayah lembah di sekitar Sungai Sarawak dan Sadong di Samarahan dan masyarakat Melayu yang menjadi penengah bagi dua masyarakat tersebut.

Daftar wilayah di Kota Kuching
Kuching Utara
Petra Jaya
Satok
Pusat Kota Kuching (Barat)
Matang
Batu Kawa
Pending
Demak
Gita
Kota Baru Depo
Kota Baru Samariang
Kuching Selatan
Pusat Kota Kuching (Timur)
Padungan
Pending
Stampin
Tabuan Height
Kenyalang Park
(Wikipedia )