Bandar Seri Begawan, Brunai

Bandar Seri Begawan, populasinya diperkirakan 46.229 jiwa (1991), adalah ibu kota kesultanan Brunei Darussalam. Kota ini merupakan produsen mebel, tekstil, kerajinan tangan, dan kayu. Di sinilah tempat Balai Upacara Kerajaan, Bangunan Tanda Kebesaran Kerajaan dan Pusat Sejarah Brunei. Kota ini juga unik karena memiliki sebuah desa dekat air, Kampung Ayer yang memiliki rumah di atas jangkungan dan terbentang sampai ke laut sejauh 500 m. Bagian pertama namanya Bandar berasal dari Bahasa Persia بندر dan berarti ‘pelabuhan’ atau ‘tempat tinggal’.
Bandar Seri Begawan berlokasi di 4°53’25″N, 114°56’32″E, utara muara Sungai Brunei.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, 24 October 2009

Bandar Seri Begawan memiliki iklim tropis tanpa musim kering yang pasti. Kota ini memiliki tingkat kelembaban yang tinggi sepanjang tahun dan hanya memiliki satu bulan yang kering dengan rata-rata curah hujan 120mm per tahun. Bulan Oktober hingga Desember merupakan bulan dengan curah hujan yang sangat tinggi, dengan kelembaban dua hari setiap tiga harinya.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, 21 Oktober 2002

Seperti layaknya kota-kota dengan iklim tropis, suhu rata-rata stabil sepanjang tahun, dengan suhu tertinggi rata-rata mencapai 32 c dan suhu terendah rata-rata 23 c.(Wikipedia )