São Paulo, Brazil

São Paulo (pelafalan dalam bahasa Portugal: [sɐ̃w̃ ˈpawlu] ( dengarkan) “Santo Paulus”) adalah kota terbesar di Brasil dan belahan bumi selatan, dan juga merupakan wilayah metropolitan terbesar ke-7 di dunia. Kota ini merupakan ibukota negara bagian São Paulo, negara bagian dengan jumlah penduduk terbesar di Brasil. Nama kota ini merupakan penghormatan kepada Santo Paulus. São Paulo berpengaruh kuat dalam perdagangan dan keuangan regional, dan juga kesenian dan hiburan. São Paulo dianggap sebagai kota global alfa.[2]
Di kota ini terdapat berbagai marka tanah, misalnya Museum Paulista, Museum Kesenian São Paulo (MASP), Monumento as Bandeiras (Tugu Bendera), dan Jembatan Octavio Frias de Oliveira (Jembatan Estaiada). Paulista Avenue di pusat kota adalah pusat keuangan terpenting di kota ini. Di kota ini juga terdapat Bursa Saham São Paulo (BOVESPA), Future Markets, dan Cereal Market Stock Exchanges, bursa efek terbesar kedua di benua Amerika. Di São Paulo berdiri beberapa bangunan tertinggi di Brasil, khususnya Mirante do Vale[3] dan Edifício Itália.
Dengan jumlah penduduk sekitar 11.037.593 jiwa, [4] di atas tanah seluas 1.523 km² (588 mil²),[5] adalah salah satu kota terpadat di Amerika.[6] Kota ini juga terletak di tengah-tengah wilayah metropolitan São Paulo yang banyak penduduknya, yaitu sekitar 19.889.559 jiwa pada tahun 2009[7] di atas kawasan seluas 7.944 km² (3,067 mil²),[8] adalah wilayah metropolitan terbesar di Brasil, dan terbesar kedua di benua Amerika.[9] Warga kota São Paulo dikenal dengan julukan paulistanos, sedangkan paulistas untuk siapa saja dari seluruh negara bagian São Paulo, termasuk juga paulistanos. Motto kota ini ada dalam bahasa Latin, yaitu Non dvcor, dvco, yang berarti “Aku bukan dipimpin, tetapi memimpin.”[10]

Sejarah
Permukiman tepi pantai pertama di Brasil, São Vicente, didirikan pada tahun 1532.[11] Tempat tersebut merupakan koloni tetap Portugis yang pertama di Dunia Baru.[11] 22 tahun kemudian, kepala suku Tibiriçá dan misionaris Yesuit, Manuel da Nóbrega dan José de Anchieta, mendirikan desa São Paulo dos Campos de Piratininga yang terletak 68 kilometer (42 mil) di pedalaman dari São Vicente, pada 25 Januari 1554.[11] Para pendeta mendirikan sebuah misi diColegio de São Paulo de Piratininga yang bertujuan mengkatolikkan penduduk Tupi-Guarani, sambil memudahkan pemerintah Portugal untuk menaklukkan mereka. Tidak lama kemudian, pihak Yesuit bertentangan dengan otoritas Portugal, terutama Marques de Pombal yang akhirnya mengusir mereka dari Brasil karena melindungi orang asli yang menjadi Katolik dalam misi mereka. Pemukiman yang terletak di luar tebing Serra do Mar, melewati kota pelabuhan Santos, dan dekat dengan Sungai Tietê ini, menjadi pintu masuk alam dari pantai Tenggara ke plato yang luas dan subur di Barat yang akhirnya menjadi negeri terkaya di Brasil.

Transportasi
São Paulo merupakan sebuah hub transportasi internasional di Amerika Selatan karena letaknya di berbagai rute perdagangan darat dan udara. Saat ini, ada dua bandara utama di kota, Bandar Udara Internasional Congonhas dan Bandar Udara Internasional Guarulhos, yang dikelola oleh operator bandara Infraero. Sejak 1974, sistem angkutan cepat di São Paulo telah dioperasikan dan dikelola oleh operator rel Companhia do Metropolitano de São Paulo. ( Wikipedia )